Menolong Adik, Kakak dan Ibu Hanyut

Inilah banjir terbesar melanda Pesisir Selatan sejak 2002 lalu.  Daerah terparah menimpa Pasir Putih Kambang, Kecamatan Lengayang, Pesisir Selatan kemarin (3/11), sekitar pukul 04.00 WIB. Banyak kisah pilu dialami para korban banjir.

Selain kehilangan harta benda dan anggota keluarga, mereka dihantui bencana susulan.Raut kecemasan terurat di wajah Nurlison, Wali Nagari Kambang Barat. Hatinya dipenuhi kegalauan. Selain memikirkan nasib warganya, pria berusia 55 tahun ini juga menjadi korban.

Dia kehilangan tempat tinggal karena rumahnya rusak berat diterjang air bah.”Masih mujur saya selamat. Saya tak bisa berbuat banyak ketika banjir disertai terbannya badan jalan.

Kejadiannya berlangsung cepat,” tutur Nurlison kepada Padang Ekspres, kemarin. Saat ini, hanya tersisa pakaian di badan.Nurlison tidak sendiri. Sekitar 34 kepala keluarga lainnya, juga bernasib sama. Harta benda ludes. Hanya tersisa pakaian di badan. Tempat tinggalnya terseret banjir.

Musibah itu tak lantas membuat Nurlison putus asa. Bersama sekitar 30 warganya, ia bahu-membahu mengevakuasi warga lainnya agar tak terseret banjir. Namun, upaya mereka tetap tak sepenuhnya berhasil.

Tiga warganya menjadi korban keganasan air bah.”Kami tak menyadari, kalau hujan yang terjadi sejak Rabu sore itu berdampak besar seperti ini. Itulah sebabnya, kami tetap bertahan di rumah. Tiba-tiba, terdengar gemuruh air dari belakang rumah. Kami pun terbangun. Saling bersahutan membangunkan warga lainnya,” ujarnya.

Upaya penyelamatan bersama warga itu, kenang Nurlison, tergolong membahayakan. Sebab, sebagian besar warga di kampung itu sudah terjebak di tengah kepungan banjir dan menyeret sebagian besar lahan, serta badan jalan.”Saya bersyukur, karena pertolongan cepat datang. Hingga, 30 orang warga berada bersama saya saat itu, berhasil dievakuasi dari kepungan banjir,” kenang Nurlison.

Walau nyawa selamat, kegalauan tetap terlihat di wajahnya. Betapa tidak. Semua barang-barang berharga miliknya tidak satu pun berhasil diselamatkan warga. Rumahnya terseret banjir ke laut. ”Saya betul-betul trauma. Biarlah kami bertahan dulu di tempat aman hingga hujan reda,” akunya.

Upaya pencarian terhadap ketiga warga terseret banjir masih terus dilakukan Tim SAR dari Padang dan Painan. Ujang, 45, warga Pasir Putih Kambang yang turut mengevakuasi warga, tampak stres karena melihat dengan mata kepala sendiri ketiga warganya menggelepar-gelepar terseret air bah.

Ketiga ibu beranak itu; Ismaidarni, 42, Santia, 22 dan Naisa, 8. ”Kami melihat dari kejauhan ibu dan dua anaknya itu berlarian di jalan. Tiba-tiba jalan runtuh dan akhirnya terseret arus,” urai Ujang.
Malang bagi Naisa, bocah itu ambruk bersama badan jalan. Sang ibu dan Santia berupaya menyelamatkan Naisa. Tapi, upaya itu tidak membuahkan hasil. ”Secara bersamaan, keduanya juga terseret banjir,” imbuh Ujang, lirih.

Ujang memprediksi ancaman bencana lebih besar berpeluang terjadi lagi. Selain banjir, kawasan pesisir pantai di kampung ini juga rawan abrasi.
😀
Source : Riaupos

Posted with WordPress for BlackBerry.

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s