Sinar Mas Harus Lepaskan Harimau ke Alam

Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA), Kementerian Kehutanan RI, Darori, meminta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melepaskan-liarkan seeokor Harimau Sumatera.

BBKSDA Riau awal Oktober 2011 lalu menangkap seekor Harimau Sumatera (Phantera tigris sumatrae) betina di Gaung, Indragiri Hilir.”Harimau sumatera liar harus segera dilepas, paling lambat, tiga hari dari saat penangkapan, tidak boleh terlalu lama di karantina. Penangkapan harus sesuai prosedur, tidak boleh sembarangan,” ujar Darori, saat dikonfirmasi Tribun melalui sambungan telepon, Jumat (28/10).

Harimau berumur 2,5 tahun tersebut diketahui berada di areal arboretum milik perusahaan Sinar Mas Forestry. Arboretum itu berada di Kecamatan Minas, Kabupaten Siak untuk observasi.BKSDA menangkap harimau tersebut di areal konsesi Sinar Mas di kawasan Gaung, Indragiri Hilir.  Keterangan dihimpun Tribun, BKSDA menduga harimau tersebut menyerang pekerja penamam akasia.

Hingga berita ini dilaporkan, Kepala BKSDA Riau, Kurnia Rauf belum dapat dikonfirmasi. Beberapa kali dihubungi melalui sambungan telepon sejak Kamis (27/8), Kurnia tak memberi jawaban.Keterangan dihimpun Tribun, lokasi penangkapan jauh berada dari pemukiman penduduk. Lokasi ini termasuk dalam kawasan HTI salah perusahaan bubur kertas di Gaung.

Pemindahan satwa yang terancam punah tersebut diketahui telah dilakukan sejak dua pekan terakhir. Bahkan, tim medis dari Taman Safari Indonesia telah mengecek kondisi harimau.Sementara itu, penangkapan harimau bukan dilakukan BKSDA saja. Melainkan bersama dengan Yayasan Pelestari Harimau Sumatera (YPHS), mitra BKSDA.

Penangkapan satwa di areal HTI yang berbatasan langsung dengan blok hutan alam Kerumutan itu diketahui dilakukan dengan cara memasang sangkar perangkap (box trap).”Penangkapan harimau tersebut merupakan usul dari BKSDA Riau,” ungkap Bastoni, Pembina YPHS yang langsung ikut serta dalam proses tersebut.Setelah harimau ditangkap, muncul permasalahan baru. BKSDA tidak sanggup menanggung biaya perawatan hewan tersebut.

Selain itu, tingkat keamanan dalam relokasi juga harus menjadi perhatian. Dalam kondisi demikian, diketahui Sinar Mas Forestry bersedia merawat sekaligus memberikan kesempatan untuk dilakukan observasi terhadap harimau liar yang ditangkap tersebut.”Harimau harus ditempatkan di sebuah kandang, areal arboretum milik SMF.

Untuk selanjutnya dilakukan sejumlah penelitian dan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis.Dalam sehari, harimau dapat menghabiskan sekitar lima kilogram daging,” ujar Bastoni.Humas Sinar Mas, Nurul Huda, saat dikonfirmasi Tribun belum lama ini, membenarkan pihaknya bersedia melakukan perawatan. Bahkan ia juga membenarkan harimau itu sudah ada di arboretum perusahaannya

Tinggalkan Komentar Anda Disini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s