Adu Mulut, Dzeko Minta Maaf ke Mancini

Striker Manchester City, Edin Dzeko, meminta maaf kepada manajernya Roberto Mancini setelah bereaksi buruk kala diganti pada laga Liga Champions melawan Bayern Munich, Selasa lalu. Insiden Dzeko terjadi beberapa saat setelah Carlos Tevez menolak dimainkan Mancini.Dzeko sempat terlibat adu mulut dengan Mancini seusai digantikan oleh Nigel De Jong pada babak II laga di Allianz Arena … Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Adu Mulut, Dzeko Minta Maaf ke Mancini

Striker Manchester City, Edin Dzeko, meminta maaf kepada manajernya Roberto Mancini setelah bereaksi buruk kala diganti pada laga Liga Champions melawan Bayern Munich, Selasa lalu. Insiden Dzeko terjadi beberapa saat setelah Carlos Tevez menolak dimainkan Mancini.Dzeko sempat terlibat adu mulut dengan Mancini seusai digantikan oleh Nigel De Jong pada babak II laga di Allianz Arena itu. Ia mempertanyakan penggantian dirinya. Sejak saat itu, Mancini berikrar bahwa itulah kali terakhir para pemain menentangnya. Mancini pun sudah memberikan skorsing 2 pekan kepada Tevez. Takut mengalami skorsing serupa Tevez, Dzeko pun meminta maaf atas kelakuan buruknya di Munich. “Saya tahu, reaksi saya ketika ditarik ke luar sangat buruk,” kata Dzeko kepada ESPN. “Saya telah bicara dengan manajer dan tim pelatih. Saya meminta maaf atas reaksi itu dan Roberto telah menerimanya. Ia bilang, ‘semuanya oke dan minta saya berpikir positif untuk laga berikutnya’.”Dzeko menerangkan mengapa saat itu ia agak keberatan ditarik ke luar. Karena ia sangat termotivasi untuk menenangkan laga setelah City tertinggal 0-2. Maklum, striker Bosnia ini pernah lama merumput di klub Jerman, Wolfsburg.”Saya tak senang karena kami tertinggal 0-2 dan ingin mengejar ketertinggalan,” lanjutnya. “Itu momen sangat spesial dimana saya kembali bermain di Jerman setelah sekian lama. Saya ingin menunjukkan bisa bermain bagus bersama tim baru saya. Sayangnya, semuanya tak berjalan mulus. Itulah mengapa saya sangat frustrasi.”

Lorenzo: Podium Tiga Sudah Maksimal

on sircuit

on sircuit

ARAGON – Selisih empat belas detik, membuat Jorge Lorenzo gagal memetik poin penuh, saat melakoni seri Aragon Minggu malam (19/9/2011) ini.

Kendati demikian, kampiun musim lalu ini tak kecewa dan cukup puas menempati podium ketiga. Ya, bertarung dengan dua rider Honda, Casey Stoner dan Dani Pedrosa yang sedang on fire memang tak mudah. Alhasil, Lorenzo gagal kembali memangkas jarak dari The Kurri Kurri Boy di klasemen MotoGP. 

Tapi Lorenzo menyatakan, dirinya puas dan memang podium ketiga merupakan hasil terbaik yang mampu dia rebut pada seri kali ini. “Posisi ketiga adalah posisi terbaik yang mampu saya dapatkan kali ini dan saya berhasil mendapatkannya. Finis di urutan ketiga adalah hasil yang fantastis, jadi saya ingin menikmatinya dengan semua orang yang datang ke sini dan bersorak untuk saya,” tutur Lorenzo, seperti dilansir Eurosport, Minggu (18/9/2011). 

Trek Aragon memang tak cukup bersahabat dengan settingan tunggangannya.
Dia berharap, di trek lainnya, akan lebih akur dengan YZR-M1 miliknya. Kini, jarak antara dirinya dengan Stoner kembali melebar, dengan selisih 44 poin.

Tapi Lorenzo masih yakin dapat mengejarnya di seri lainnya. “Berbekal kejayaan di Misano, kami harus puas dengan kegagalan total akan kemenangan pekan ini. Mungkin trek ini yang terburuk untuk Yamaha. Saya kesulitan dengan ban saya, terutama saat menikung,” pungkas pembalap berjuluk X’Fuera ini

Posted with WordPress for BlackBerry.

Casey Stoner Closer to Wining the MotoGP World Title

NOT only did Australian Casey Stoner score his eight win of the Season at the Motorland Circuit in Alcaniz, Aragon last Sunday but he also notched up the 100th win for Repsol Honda since its 1995 inauguration.

The Repsol Honda trio of Stoner, Pedrosa and Dovizioso were seen riding in a special livery created for the Grand Prix of Aragon. After two days of hot and humid conditions, a cancelled afternoon on Friday due to unforeseen technical problems with a failing electrical generator, Stoner set out on an extended Saturday session to practise and eventually qualify on pole position after smashing the qualifying record with a time of 1’48.451 for Sunday’s race.

Sunday saw a change in the weather with cold track temperatures and high and gusty wind conditions, conditions that were thought to cause difficulties for the riders on the rollercoaster Aragon track. As the starting lights illuminated, the front row of Stoner, Pedrosa and Spies got away in that order to and through the first left-hand corner of the race with Lorenzo, Dovizioso and Simoncelli close behind.

Czech rider Karel Abraham of Ducati Cardion had a heavy crash in turn one giving him a light head concussion and resulting in him spending the night in hospital as a precaution. One corner later saw the second victim of the day, the fall of Repsol rider Andrea Dovizioso, a low side slide caused by the loss of grip on tyres that were not up to full race temperature.

The race continued with Stoner and Pedrosa pulling away, leaving Spies and Simoncelli to battle it out for a possible third place. Lorenzo who had been patiently watching this battle, waited for the safest moment and he passed Simoncelli on lap 10 before pouncing on Ben Spies four laps later to confirm his third spot on the podium behind team-mate and fellow countryman Dani Pedrosa.

Back in the field a battle with Spaniard Toni Elias of LCR Honda and Pramac Ducati rider Loris Capirossi ended in tears after Capirossi collided with Elias just seven laps from the finish. Capirossi, who has signalled his retirement from racing at the end of the season, is now in doubt for the next round in Japan after the resultant dislocation on his “famous” right shoulder after the heavy fall. Due to engine change rulings, the popular Valentino Rossi had to start from the pit lane 10 seconds after the race start but doggedly fought back to finish in a respectable ninth place.

Ducati have suffered many handling difficulties since 2010, but now are working hard to speed up the development when the bikes return to 1000cc for the 2012 season. Casey Stoner’s eighth win takes him to 284 points, 44 ahead of 2010 World Champion Jorge Lorenzo and 99 points clear of team-mate Andrea Dovizioso.

The 2011 performance of Repsol Honda has been outstanding, but one cannot write of Lorenzo and Factory Yamaha with four races left on the calendar and 100 possible points available. It was another exciting race in the Moto2 class after Briton Scott Redding led from pole position but it ended up in another fine performance from up and coming superstar, Spaniard Marc Marquez, after he had a fierce battle with Italian Andrea Ionnone of Speed Master Racing and Simone Corsi of Ioda Racing Project, the final podium order.

Marquez is looking on form to challenge championship leader Stefan Bradl in what is now turning into a two horse race for the title. Bradl, who leads Marquez by six points with 221, leads at the moment with huge pressure from the young Spaniard. The fantastic race in 125cc class which saw 13 retirements ended with Spaniard Nicolas Terol of Bankia Aspar winning 6.711 seconds ahead of, championship contender, Frenchman Johann Zarco of Avant-AirAsia-Ajo with third going to Spaniard Maverick Vinales.

This is also the order of the Championship table. Terol leads with 241 points, 36 points ahead of Zarco and 64 ahead of rookie Vinales who is having remarkable world debut after winning the CEV Buckler Spanish Championships last year. Racing moves east to Japan after the race was rescheduled due to the sad earthquake disaster the country suffered earlier this year. It will be held at Montegi on October 2nd.

Racing will eventually return to the Spanish Peninsular at Valencia on November 6th after Japan, Australia and Malaysia’

Posted with WordPress for BlackBerry.

Napoli Seri, Mazzarri Keluhkan Rumput Stadion

Naples, Untuk kali kedua beruntun, Napoli gagal meraih hasil maksimal. Kali ini, rumput di kandang sendiri dinilai pegang andil.Memulai musim dengan baik, termasuk saat mengalahkan AC Milan di San Paulo, Napoli kini malah baru menuai satu poin dari dua laga terakhir.Setelah pekan lalu dikalahkan Chievo, kali ini Napoli kehilangan poin setelah diimbangi Fiorentina 0-0 di markas sendiri.”Apa yang hilang dalam pertandingan Napoli malam ini? Sebuah gol. Kami beberapa kali mengirim bola ke dalam kotak penalti tapi saya juga harus memuji Fiorentina, mereka menunjukkan jika mereka adalah tim yang kuat,” ujar Mazzarri di Football Italia.Selain ketangguhan La Viola, Mazzarri juga menuding kalau lapangan di San Paulo ironisnya menghambat Napoli yang adalah sang tuan rumah sendiri.”Kami benar-benar harus memasang ulang rumput lapangan karena saya merasa kami seperti bermain di lapangan yang habis diguyur hujan lebat.””Kami adalah tim yang bermain dengan ceat, jadi kami benar-benar mengalami kerugian bermain di kandang dengan kondisi seperti ini,” Mazzarri yakin

Messi yang Tetap Rendah Hati

Barcelona, Penyerang Barcelona Lionel Messi mendapatkan sanjungan dari Pep Guardiola. Tapi, Messi tak besar kepala dan lebih memilih untuk berterima kasih atas bantuan rekan-rekan setimnya.Messi jadi aktor utama kemenangan Barca atas Atletico Madrid, Minggu (25/9/2011) dinihari WIB. Dari lima gol kemenangan Azulgrana, tiga di antaranya lahir dari kaki Messi. Hebatnya, semua gol Messi tercipta lewat aksi-aksi individu menawan dari pemain terbaik dunia dua kali itu.Guardiola tentu sudah terbiasa melihat Messi tampil apik dan mencetak tiga gol dalam sebuah laga. Tapi, dia tetap punya sanjungan untuk anak buahnya tersebut.”Leo sangat cepat dalam jarak dekat. Tapi, Anda harus melihat Leo bermain untuk memahaminya,” kata Guardiola yang dikutip Yahoosports.”Anda cuma harus menemukan ruang untuk memberinya bola,” tambahnya.Meski sudah jadi pahlawan timnya, Messi tetap merendah. Baginya, dia bisa tampil apik berkat bantuan rekan-rekan setimnya.”Saya harus berterima kasih kepada rekan-rekan saya. Kami sudah menunjukkan bahwa saat bermain baik, kami menikmati sepakbola kami,” ucap Messi kepada AS.”Ini adalah laga yang sulit karena Atletico bertahan dengan baik. Mereka punya tim yang hebat, dan mereka mendapatkan respek dari kami sejak menit pertama. Tapi, gol membuat pertandingan sesuai dengan tujuan kami dan kami dengan cepat mengambil kendali,” jelasnya

Guardiola: Barca Bukan Tak Terkalahkan

Barcelona, Pelatih Barcelona, Pep Guardiola, menyebut timnya bermain lebih baik daripada Atletico Madrid. Meski demikian, dia menegaskan bahwa Barca bukanlah tim yang tak bisa dikalahkan.Anak buah Guardiola memamerkan superioritasnya kala bertemu Atletico di Camp Nou, Minggu (25/9/2011) dinihari WIB. Klub Catalan itu menghajar Los Colchoneros lima gol tanpa balas.”Hari ini kami lebih baik daripada Atletico Madrid,” ucap Guardiola di AS.Meski musim ini skuad asuhannya belum pernah kalah, Guardiola menilai tim mana pun sebenarnya punya kans untuk menundukkan timnya.”Hari ini kami lebih baik, menerima pujian, tapi kami bukannya tak terkalahkan. Tentu saja tim mana pun bisa menang,” katanya.”Kami bermain bagus, mendapatkan pelajaran soal konsentrasi, tapi mulai besok kami harus membuktikan hal tersebut,” lanjutnya.”Mari kita lihat apakah kami bisa menjaga pola ini. Itulah tantangan kami pada tahun ini,” tutup Guardiol